ini tugas tik dan bahasa indonesia. Enjoy! xoxo
Tantangan umat muslim dalam mengahdapi globalisasi
Oleh: Stephanie Maria Djamil
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarukatuh.
Alhamdulillah, alhamdulillahirabbil a’lamin wabihi nasta’in waala umurikuliha waddin, waala alihi wasahbihi ajmain amma ba’du.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah swt. Yang telah memberikan nikmat iman, islam, serta nikmat-nikamat lainnya sehingga kita bias berkumpul di tempat ini. Tak lupa salawat serta salam selalu tercurah kepada nabi besar kita, nabi Muhammad saw. Yang telah membawa kita dari zaman jahiliah menuju zaman yang terang benderang ini.
Kepada yang terhormat, Ibu kepala sekolah, bapak ibu guru dan teman-teman yang saya cintai. Pada kesempatan kali ini, saya akan membawakan pidato dengan tema Tantangan Umat Islam Dalam menghadapi Era globalisasi.
Seperti yang kita semua tahu, Globalisasi adalah saat dimana segala sesuatu bias didapat dalam waktu singkat tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Dan tentu saja, globalisasi sendiri mempunyai hal-hal negatif dan positif. Bentuk positifnya misalnya, dalam kasus hukum. Dengan adanya globalisasi, kita bias melihat bagaimana proses hukum itu berlangsung secara transparan dan dapat diketahui secara detail tanpa ditutup-tutupi, dan kita juga merasakan bahwa dengan adanya globalisasi, kita bias menyuarakan pendapat kita tanpa harus repot-repot berdemo seperti halnya kasus Bibit dan Candra hamzah yang bebas dari penjara karena ada nya grub satu juta pendukung bibit-candra di facebook.
Itu tadi merupakan contoh positif, selain itu, contoh negatif dari globalisasi adalah, masuknya kebudayaan barat yang sangat bertolak belakang dengan kebudayaan Indonesia. Seperti, tinggal serumah dengan orang yang belum muhrim, memakai narkoba, minum-minuman keras, gaya hidup yang konsumtif, dan hal-hal lain yang sudah melanggar nilai dan norma. Dan mirisnya, hal itu sudah dianggap hal yang biasa oleh masyarakat kita.
Oleh sebab itu, di sinalah tantangan para umat muslim. Kita harus pintar-pintar memilah milah dan memfilter antara yang benar dan yang salah, antara yang harus diikuti dan tidak. Tidak hanya itu saja, dalam era globalisasi, tentunya system pendidikan pun diperbaharui dan mengikuti perkembangan zaman. Oleh sebab itu, kita juga harus meningkatkan kualitas dan kuantitas serta kemammpuan diri agar kita tidak hanya muslim yang mengikuti trend, tetapi juga muslim yang pintar dan cerdas.
Sekian pidato dari saya, apanila ada kata-kata yang tidak benar dan tidak berkenan dihati anda mohon maaf.
Wabillahi taufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Kamis, 22 April 2010
Pidato
Minggu, 21 Maret 2010
Mima's Life chapter 3 (END)
HEY GUYS, INI ENDING DARI MIMA'S LIFE DAN THANKS BUAT YANG UDAH BACA!! I LOVE YOU :)))
MimA'S LIFE
last :“jadi, izinkan aku mengingatnya, merasakan sakitnya, untuk yang terakhir kalinya…” lalu aku memejamkan mataku, menerawang ke masa lalu…
saat ia menyatakan cintanya padaku.
Hari itu panas, bulan juli yang terik dan lembab juga. Aku tidak menyukai ini. Aku lebih menyukai hujan, entah kenapa.
Aku sedang berjalan menuju kelas, ini tahun ke 3-ku di SMA ini. Tapi tiba-tiba, aku melihatnya sedang di kelilingi temannya. Jujur, aku menyukainya sejak kami baru pertama kali bertemu, ia yang menolongku agar aku tidak di hukum oleh senior-senior kami. Gara-garanya aku tidak membawa barang yang sudah di wajibkan untuk peserta MOS. Akhirnya, dengan berbaik hati ia meminjamkan barangnya kepadaku dan menerima hukuman dari senior. Sayangnya aku tidak bisa memberitahukan perasaanku padanya.
“halo,” aku kaget, tiba-tiba ia di depanku.
“hai,” ucapku kaku. Lidahku kelu di depannya.
“kamu sedang melamun apa?” tanyanya ingin tahu. “ Aku tadi melihat kamu dari dalam kelas,” ia mengakuinya malu-malu. Membuat pipiku merah.
Aku harus menjawab apa? ‘oh, aku sedang melamun tentangmu’ atau ‘aku sedang memikirkan waktu pertama kali aku menyukai dirimu’ itu tidak mungkin! Jantungku benar-benar tidak bisa kompromi di saat-saat seperti ini. Debarannya begitu keras.
Ia memecah kebisuan. “kamu marah ya?”
Tidak! Aku hanya tidak bisa berbicara di depanmu. Oh! “tidak, kenapa kamu berbicara seperti itu?” aku bertanya pertanyaan yang bodoh!
Page 9 of 14
“aku hanya… takut kalau-kalau kamu merasa terganggu” ia menunduk.
Aku tersenyum. “tentu tidak, aku senang berbicara denganmu,”
Ia menatapku, tersenyum juga. Senyumnya manis sekali! “aku hanya ingin bilang, aku menyukaimu, sejak pertama aku melihatmu. Karena itulah aku menolongmu, aku menyimpan perasaanku 2 tahun ini. Aku akui, aku memang pengecut, aku tidak berani bilang yang sebenarnya kepadamu.” Ia tertunduk lagi, mukanya seperti tomat sekarang.
Dia barusan bilang apa? Apa ini nyata? Bukan mimpi?? Lalu aku memberanikan diriku, mengucapkan yang sesungguhnya kurasakan juga. “aku juga menyukaimu, sejak kamu menolongku. Itu hal termanis yang pernah aku terima”
Aku memberanikan tetap menatap wajahnya, wajahnya menatapku juga. Matanya berbinar, senyumnya cemerlang. Oh, benar-benar hari yang indah…
Air mataku jatuh lagi, Mia membasuhnya dengan sapu tangan miliknya, aku memberanikan diri mengingat hal yang lain lagi tentang dirinya.
Saat kami bertengkar…
“Mima, kamu mau apa?” tanyanya, ia bingung sekali dengan sikapku.
“aku mau putus,” ucapku santai, hatiku sakit saat melihatnya bersama dengan Cherry, seorang anggota cheers di depan lokernya.
Ia semakin bingung. “kenapa?”
Aku mendengus. “ kenapa? Kamu lupa kemarin, saat kamu sedang berduaan dengan si gadis cheers? Siapa namanya? Cherry?”
Ia melihatku lama, “sumpah aku baru sekali mengobrol dengannya Mima, itupun dia hanya bertanya bagaimana caranya bergabung di klub kita. Aku hanya menyukai
Page 10 of 14
kamu dan aku kira kamu tahu hal itu,dan aku kira kamu benar-benar percaya kepadaku,” kata-katanya membuatku kaget, air mataku jatuh. Merasa semuanya tidak berarti lagi. Aku tidak mempercayainya, apa artinya lagi semuanya?
Ia kelihatan kaget melihatku menangis, tangannya menyeka air mataku.
Aku menolak tangannya. “Jadi bagaimana? Aku tidak mau membuang waktuku kalau hanya seperti ini aryandi,”
Ia kelihatan kesal sekarang. Aku bisa melihat ekspresinya. “Mima, aku serius dengan mu. Mungkin kamu tidak mengetahui dan tidak menyadarinya, tapi coba buka mata kamu Mima! Apa aku melihat gadis itu seperti aku melihat kamu? Apa aku tega kalau hanya bermain-main dengan mu? Seharusnya kamu bisa berpikir Mima, dengan hati kamu!” jelasnya panjang.
Kata-katanya seperti pisau yang menusukku. Kata-katanya tepat. Aku mengela napas dalam-dalam. “Maaf,” ucapku. “Maaf atas sikap ku yang ke kanakkan, maaf atas sikapku yang membuatmu kesal,” aku memberanikan diri mencoba menatapnya.
Ia tersenyum lembut. “Aku juga minta maaf, dan asal kamu tahu, aku senang dengan sikapmu yang kekanakkan”
Dan saat itu kami tertawa lepas, selepas yang kami bisa. Membagi kebahagiaan satu sama lain…
Saat itulah kami terakhir kali bertengkar. Saat sebelum kelulusan, saat-saat sebelum aku ketahui kalau ia tidak selalu tidak apa-apa.
Hapeku berbunyi. Aku melihat jam. Angka jarum jam menunjukkan pukul 2 pagi. Jadi siapa yang menelponku malam-malam begini?
Segera ku angkat telponnya, nomornya tidak ku kenali.
“Halo, ini Mima?” Tanya orang di telpon
Page 11 of 14
“Ya, ada apa? Ini siapa?” aku balik bertanya.
“Maaf Mima,” orang itu mulai menangis. “Aryandi, meninggal,”
Seketika tubuhku lemas, berita itu seperti sebuah tusukkan yang mendarat langsung di tubuhku. Meninggal? Kenapa? Kenapa ia meninggalkanku? Kenapa dia tega sekali kepadaku? Kenapa bisa? Kenapa tiba-tiba sekali? Kenapa harus sekarang? Bagaimana dengan ku? Bagaimana dengan hidupku? Bagaimana dengan janji kami? Bagaimana dengan rencana-rencana kami? Beribu pertanyaan berkecamuk di benakku, menanti jawaban yang tidak Akan mungkin bisa terjawab lagi. Aku merasa semuanya berakhir. Cinta, hidup…
Malam itu aku langsung ke rumah sakit, tempat Aryandi. Aku bertemu dengan Adik laki-lakinya, yang menelponku.
“Mima, kan?” tanyanya kepadaku.
Aku mengangguk, orang tua ku menemaniku ke rumah sakit.
“Mima, aku ingin bicara denganmu, boleh?” ia bertanya lagi. Ragu-ragu.
Aku menatap kedua orang tua-ku, mereka mengangguk.
“oke” jawabku.
Ia berjalan ke arah tempat yang sepi di rumah sakit itu, dan aku mengikutinya.
“aku Ardi, adik Aryandi. Mungkin kita belum pernah bertemu—“
Aku menyela –nya. “Kenapa dia meninggal?” air mataku tumpah.
“Dia… membunuh dirinya dengan pistol, keluarga kami memang hancur. Orang tua kami akan bercerai, saat ayah dan ibu bertengkar, ia mengambil pistol milik ayah dan membunuh dirinya sendiri,” Ardi terlihat menangis mengingat kejadian itu.
Aku menggeleng. “Tidak mungkin, Arya anak yang kuat, tidak mungkin seperti itu” aku mencoba mengelak. Ternyata aku tidak tahu apapun. Aku tidak tahu kalau keluarganya bermasalah, aku tidak tahu sama sekali kalau ia punya adik, aku tidak tahu kalau ia bisa senekat itu, aku tidak tahu kalau jiwanya masih labil, aku tidak tahu kalau
Page 12 of 14
di balik wajahnya yang kuat, ada luka yang sangat dalam di dadanya. Dan ternyata, ya, aku tidak tahu apapun tentang dirinya.
“Tapi kenapa? Kenapa dia tidak pernah cerita kepadaku?” tanyaku kepada Ardi. “Kenapa ia tidak datang kepadaku dan membagi bebannya kepadaku? Kenapa?”
Ardi menggeleng. “aku tidak tahu, dan beberapa hari sebelum kematiannya, kakakku di pergoki sedang memakai narkoba oleh ayah,” Ardi menyeka air matanya. “Aku juga tidak tahu kenapa kakak yang aku percaya sebagai pelindung ku selama ini bisa seperti itu,”
Aku terjatuh di lantai rumah sakit yang dingin. Satu lagi kenyataan yang aku tidak tahu, Aryandi pemakai narkoba. Dari mana ia bisa mendapat barang seperti itu? dari mana ia bisa bergaul dengan orang-orang seperti itu? Sepanjang yang aku tahu, ia anak yang aktif dan di kelilingi oleh teman-teman yang baik kepadanya. Dan kenapa ia tidak mengadu kepadaku tentang masalahnya? Kenapa ia malah lari ke narkoba dan membunuh dirinya sendiri? Kenapa?
Saat itu juga aku merasa pusing, dan merasa badanku sangat berat. Aku kehilangan kesadaranku, semuanya gelap…
Aku membuka mataku, Mia di sebelahku, menungguku mengucapkan sesuatu.
“Kamu tahu Mia, Aryandi memakai narkoba?” tanyaku.
Ia menggeleng. “Aku hanya tahu ia menembak kepalanya sendiri,”
“Dia memakai narkoba, dan semua itu sepertinya salahku,” ucapku sedih. Ya, itu memang salahku.
Ia mengusap bahuku lagi. “Tidak Mima, itu bukan salah kamu. Aryandi memilih jalan yang salah, dan itu bukan salah kamu,” ia mencoba menghiburku.
Page 13 of 14
Aku menghela napas dalam-dalam. “Tapi seharusnya aku peka Mima, seharusnya aku tahu semua masalahnya, seharusnya semuanya tidak perlu terjadi kalau saja aku lebih mengerti apa yang sebenarnya terjadi,”
Mia memelukku. “Kamu bukan Tuhan Mima, mungkin semuanya memang harus terjadi. Lagi pula semuanya sudah terjadi. Kita tidak akan bisa kembali ke masa-masa itu.” Mia melepas pelukannya dan menatapku. “Dan berhentilah menyalahkan dirimu untuk hal-hal yang sebenarnya bukan salahmu. Nikmati hidupmu Mima, lupakan dia.”
Aku memejamkan mataku, dan menghela napas dalam-dalam lagi lalu mengangguk. “Ya, aku akan melupakannya. Seandainya kamu datang lebih awal Mia, lebih awal membantuku melewati ini.”
Mia tersenyum menyesal. “Maaf, maafkan aku, dan aku akan menebus kesalahanku. Aku akan menemanimu lagi,”
Aku membalas senyumannya. “Terima kasih, dan ya, aku Akan melangkah ke depan. Doa’kan aku,”
Ia memelukku lagi. “Selamat datang Mima, di kehidupan yang baru.”
Aku tertawa. “Ya, kehidupan yang baru”
Kami kembali ke rumahku, aku mempersiapkan diriku untuk tersenyum di depan orang tua-ku. Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku tersenyum. Tapi yang jelas, mulai hari ini aku akan tersenyum dan membuat orang-orang di sekelilingku bangga. Karena untuk itu lah aku hidup. Karena untuk itulah aku di lahirkan.
Kami berdua bergandengan tangan menuju rumahku. Sinar mentari sore dan dinginnya udara menyambut kami, aku baru menyadari, ini hari yang sangat indah. Dan, Ya, selamat datang di kehidupan yang baru…
Oleh: Stephanie Maria Djamil
Page 14 of 14
13-03-2010
Created by Stephanie Maria djamil
NB: maaf kalo tokoh utamanya agak-agak stress dan depresi berat trus sering nangis. Hehe. Gue mau coba tokoh yang kayak gini trus gue juga mau menguji diri gue bisa atau ga ngebikin kesan kalo tokoh ini kayak orang yg bener-bener sedih n depresi. Enjoy!
Kamis, 18 Maret 2010
Mima's Life chapter 2
hey, ini chapter 2 nya!!! komen yah jgn jadi a silent reader hahaha LOL!
And we know it's never simple,
Never easy.
Never a clean break, noone here to save me.
You're the only thing I know like the back of my hand,
And I can't,
Breathe,
Without you,
But I have to,
Breathe,
Without you,
But I have to.
-breathe; taylor swift-
MiMa's Life
Aku gembira sekaligus sedih saat ini, aku merindukannya. Sangat. Aku ingin bertengkar lagi dengannya, berdebat, Aku tidak mengerti mengapa tuhan memisahkan kami, memisahkanku dari orang sebaik aryandi, yang ku yakini ia adalah jodohku yang di ciptakan tuhan untukku.
“Mima, ada yang ingin menemui kamu,” ucap ibuku, ia adalah orang yang benar-benar membantuku melewati masa-masa sulit itu, hari-hari pertama tanpanya.
“aku keluar mom,”
saat aku keluar, ada seorang yang sangat aku kenal, yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak ku jumpai.
“Mimaaaa…” ia kelihatan terkejut melihatku, kelihatan… kaget?
“Mia, apa kabar?” tanyaku mencium kedua pipinya.
Ia melihatku tak percaya. “kamu yang apa kabar Mima? Kamu…”
“apa?” tanyaku heran.
Ia tersenyum menyesal. “maaf Mima, kamu… kelihatan kacau, aku tahu Mima, semuanya. Maaf waktu itu aku nggak ada disini, aku kesini mau menebus kesalahanku Mima, karena tidak menjadi sahabat yang baik untuk kamu” nadanya menyesal, membuatku merasa bersalah juga. Bagaimana pun, aku mengerti dan terbukti setelah sekian lama aku bisa menjalaninya sendirian.
Aku menggeleng, air mataku mengalir lagi. “tidak Mia, aku ngerti banget kok, dan kamu bisa liat kan, aku masih bisa hidup sampai saat ini” aku menghela napas dalam-dalam. “dan kamu masih bisa ngeliat aku disini,”
Kali ini aku menangis sesunggukan. Aku menangis karena senang; senang akhirnya Mia bisa menemani ku lagi, senang akhirnya sahabatku ini telah kembali, tetapi sekaligus sedih; sedih karena memori yang dahulu, mau
Page 5 of 14
tidak mau kembali mengahantui ku, mau tidak mau kembali menghempaskan ku ke luka yang paling dalam, menghantuiku lagi akan dirinya yang sudah ku coba hilangkan bertahun-tahun lamanya, dan juga aku marah; marah karena setelah sekian lama Mia baru menemuiku, marah karena ia harus melihatku, sahabatnya yang selalu ceria menderita depresi yang paling mengerikan.
Mia memelukku, menenangkanku, kami menangis bersama…
Aku dan Mia sedang duduk di bawah pohon yang rindang sambil menunggu istirahat selesai. Kami memang terbiasa duduk disini, saling bercerita, bercanda, dan lain-lainnya.
“Hai,” ucap aryandi yang sedang menuju kesini. Jantungku langsung berdetak tidak karuan.
Mia berdehem-dehem. Berusaha menggoda ku. “Kamu pasti senang,” ucapnya
Aku mengangguk, Mia memberi aryandi tempat untuk duduk di sebelahku.
“Lagi apa?” Tanya aryandi kepadaku.
“Duduk,” jawabku singkat.
“Jadi yang ditanya Cuma Mima?” sindir Mia. Aku tertawa, aryandi segera memutar tubuhnya ke arah mia.
“Nggak, aku nanya ke kalian berdua kok,” ucap Aryandi mengelak, mukanya merah.
Mia tertawa. “oke, nanya ke kita berdua tapi mukanya ke Mima, oke”
Aryandi hanya bisa menggaruk-garuk kepala. “Aku emang nanya ke kalian kok,”
“Kamu udah ngerjain tugas nya?” tanyaku ke Aryandi, mengalihkan pembicaraan.
Iya mengangguk. “Makasih ya kemarin udah ngebantuin, aku payah kalau soal sastra,” ia tertawa. Tawanya membuatku tersenyum, indahnya melihat kepolosan nya.
Mia berdehem.
Page 6 of 14
Wajah aryandi langsung ke arahnya. “Mia, boleh minta tolong sesuatu?”
Wajah Mia langsung bingung. “apa?”
“mungkin agak susah, tetapi kamu harus janji,” ucap arya serius, mau tidak mau aku jadi penasaran juga.
Mia agak bimbang. “o..ke”
“tolong jaga Mima, ya? Kamu sahabatnya, orang yang benar-benar aku percaya,” wajah Aryandi sungguh-sungguh, aku bisa melihatnya. Aku menatapnya tidak percaya.
“ten… tentu” jawab Mia bingung, ia juga melihat ke arahku.
Sungguh, hari itu aku takut akan terjadi hal yang tidak mengenakkan. Kata-katanya membuatku takut. Takut akan di tinggal olehnya. Semoga tidak…
Mia mengajakku jalan-jalan, menikmati indahnya sore daerah Vancouver. Aku memang sudah dari 2 tahun yang lalu pindah kesini bersama ayah ibuku, mereka berharap aku bisa meninggalkan kenangan ku yang lama, tetapi ternyata tidak semudah itu.
“kamu tahu, Mima, aku merasa sangat bersalah kepada mu saat mendengar kabar itu, tetapi aku tidak bisa melakukan apapun. Aku sedang ujian akhir waktu di kanada,” ucapnya menyesal.
Aku tersenyum, lalu merangkulnya. “jujur, aku marah sekali Mia,” aku tertawa. “tapi aku sadar dan mengerti, untungnya seperti itu”
Ia mengangguk. “apa yang kamu kerjakan Mima? Disini?”
Aku menghela napas. Mencoba mengingat-ingat apa yang aku kerjakan sebelum Mia datang kesini. Ternyata tidak ada. Aku hanya menangis dan melakukan hal-hal yang tidak penting. Aku kuliah, tetapi aku pun tidak bisa mengingat aku telah belajar apa selama aku kuliah. Dan perasaan menyesal melandaku; aku membuat orang tuaku kecewa.
Page 7 of 14
“Mima…” mia mengusap-usap bahuku, menyadari ekspresiku yang berubah.
Aku menggeleng. “tidak apa-apa Mia, bisakah kamu membantuku?” ucapku. Aku punya ide.
“apapun.” Ucapnya sungguh-sungguh.
“bisakah kamu membantuku mengingatnya? Untuk yang terakhir kalinya dalam hidupku?” tanyaku.
Ia menatapku bingung dan tidak percaya, lalu mengangguk.
“oke, tunggu. kita duduk disana, kau hanya perlu melihatku dan membantuku mengusap air mataku kalau aku menangis. Bisa kan?” aku membawanya ke tempat duduk di sebrang kami.
ia tersenyum. “tentu Mima, apapun itu, selalu ada jalan untuk kamu, Mima.”
Aku setengah tertawa. “aku ingat, ada seorang tokoh di Novel yang mengatakan kepada orang yang di cintainya : ‘Sorry that she was so unfortunate as to have inspired this first, tragic love of mine. Sorry also for the things beyond my control--that I'd been the monster chosen by fate to end her life’” aku menghela napas, lalu memandangnya. “menyentuh bukan? Betapa kisah cinta yang di alaminya tragis dan menyakitkan sekaligus mengecewakan. Aku bisa merasakan sakitnya tokoh itu saat ia mencintai perempuan itu dan perempuan itu juga mencintainya, tetapi karena suatu keadaan, mereka tidak bisa bersama. Tetapi setelah aku merasakannya sendiri, itu lebih sakit Mia, sangat sakit.” Air mataku jatuh lagi, baik ini untuk yang terakhir kali. Aku janji.
Ia mengusap bahuku lagi. “aku tahu Mima, aku tahu. Kamu berhak bahagia, takdir berhutang itu kepadamu.” Lalu tiba-tiba ia pun ikut menangis juga.
Page 8 of 14
“jadi, izinkan aku mengingatnya, merasakan sakitnya, untuk yang terakhir kalinya…” lalu aku memejamkan mataku, menerawang ke masa lalu…
nantikan Chapter selanjutnya oke? terimakasih telah membaca :)
Rabu, 17 Maret 2010
Mima's life chapter 1
guys, ini adalah cerpen gue :))) semoga kalian suka!!! chapter satu dulu yaaaa
Mima's Life
I've lost my way can't go back anymore
Once I had everything now it's gone
Don't tell me again coz I've heard it all before
-One last chance: James Morrison-
Created by Stephanie Maria djamil
“How deep is your love to me?” aku bertanya kepadanya, menilai kesungguhannya.
“Beyond you know…”jawabnya mantap.
Aku, terbangun, terkesiap, bingung, air mataku tumpah. Mengingat kenangan ku bersamanya. Semuanya hilang. Tidak ada lagi mata itu, mata yang menatapku seakan aku orang yang paling istimewa di dunia, mata yang menatapku seakan aku adalah pusat alam semestanya. Tidak akan ada lagi semua itu, impian kami, khayalan kami, rencana-rencana kami, semuanya hilang.
Seperti biasa, aku menangis tersedu-sedu dan baru berhenti saat aku kelelahan lalu tertidur…
Page 2 of 14
“Mima, kamu mau jadi apa nanti?setelah kita lulus sma” tanyanya,
aku tersenyum. “aku mau jadi duta besar, aku mau keliling dunia”
“kalau gitu, kamu harus nikah sama aku” ia tertawa. Mendengarnya tertawa sangat menyenangkan.
Aku memutar bola mataku. “kenapa?” tanyaku heran.
“karena gak akan aku biarin kamu sama orang lain,” ucapnya serius.
Aku menggeleng, “jangan pernah menjanjikan apapun, please”
Ia bingung.
Aku mendesah, “karena aku akan menagih setiap janji yang kamu ucapkan padaku,”
Ia tersenyum, lalu merangkulku. “jangan takut, aku akan menepatinya,”
Aku memejamkan mataku, menarik napas dalam-dalam. Aku ada di tempat yang damai dalam rangkulannya…
Air mataku jatuh lagi, untuk yang ke sekian kalinya—aku tidak tahu sudah berapa kali—butiran kristal ini jatuh lagi, itu adalah kejadian beberapa bulan yang lalu, saat aku masih bisa merasakan kehadirannya dalam hari-hariku, saat semuanya belum berubah seperti ini. Saat ia belum pergi meninggalkanku, menuju panggilannya…
“Jadi kamu mau jadi musisi ar?” tanyaku
Ia mengangkat bahu. “Cuma sampingan, aku juga mau nambah skill-ku. Aku mau kuliah jurusan seni mima,”
“jadi kita akan pisah?” ucapku, tidak bisa menyembunyikan kesedihanku.
Ia menatapku lama sekali “kamu mau?”
Page 3 of 14
Aku menggigit bibirku, ia selalu begitu, selalu aku yang di beri pilihan. Kenapa harus selalu aku yang memilih? Aku ingin meneriakkan kata-kata itu kepadanya. “terserah kamu, kamu yang menjalani, ingat?” aku berusaha tersenyum, kali ini aku yang memberinya pilihan.
“oh, oke”
hah?hanya ‘oh,oke?’ tidak ada jawaban lain?!
Aku pergi meninggalkannya, aku kesal.
Ia mengejarku, “Mima, kamu kenapa?”
Aku mendengus, “aku kenapa?well, aku kesal! Aku kesal karena kamu selalu egois, selalu masa bodoh,”
“kamu mau aku bagaimana?” tanyanya bingung.
Aku mengerjap, tidak percaya mendengar kata-katanya yang barusan. “bisakah kamu berubah? Memahamiku sedikit, saja? Bersikap romantis? Tidakkah kamu menyukaiku?”
Kali ini ia yang menatapku dengan marah. Aku tahu, ia marah sekarang. “menyukaimu? Sangat! Lebih dari apa yang kamu tahu. Aku berusaha Mima, berusaha memahamimu. Tapi bersikap romantis dan gombal seperti laki-laki lain yang pernah kau temui, aku tidak bisa.” Matanya menatapku dalam-dalam.
Aku menunduk, malu kepada diriku. Aku ingin menyembunyikan wajahku saja.
“Mima, aku menyukaimu, sangat. Tetapi apakah semuanya kurang untukmu? Apakah aku tidak sesuai harapanmu? Aku sudah berusaha Mima, sekuat tenaga.” Kata-katanya lembut, ia ingin aku menyudahi pertengkaran kami.
Aku menggeleng. “tidak aryandi, kadang aku tidak bisa memahamimu, sikapmu” ucapku jujur.
Ia tersenyum. “Kalau begitu aku akan berusaha memenuhi kemauanmu,”
bersambung.... nantikan chapter selanjutnya yaaahhhh!!! :)
Minggu, 14 Maret 2010
My plan in the future
Hai…
Aduh, udah lama bgt ga nulis, ga buka blog, ga ngutak-ngatik blog, kangen deh! Haha, soalnya gue lumayan sibuk menunggu UN yg sebentar lagi, sibuk nyari sekolah, dan sibuk yg lain-lain. Wish me luck ya!!semoga lulus dgn nilai terbaik dan dpt sekolah SMA yg bagus, amiiieeen ;)
Mau membahas apa kita??? Mmm… mungkin karena sebentar lagi gue mau lulus SMP dan ke SMA, gue mau membahas tentang rencana masa depan gue, bhahaha
Sebenernya gini-gini gue udah menulis rencana gue buat 10 tahun mendatang loh, yaaa, walaupun Cuma rencana kecil yg belum rapi dan belum tentu bisa jadi kenyataan. Tapi, apa salah nya menjadi optimis?? Iya
Well, ini list rencana gue :
-lulus ujian nasional
-masuk SMA yg bagus
-Les bahasa inggris
-bisa ikut student ex-change program
lulus SMA:
-ngelanjutin ke universitas, UGM atau UI mungkin, tapi mungkin kalau memungkinkan biaya dan lain-lain, maunya ke luar negri hehe
-jurusan sastra inggris, prancis, social science, ahli komunikasi, atau creative writing (sygnya creative writing belum ada di Indonesia)
-kerja, jadi guru, penulis, aktifis, atau di bidang jurnalis, sosial dan tulis-menulis
-23 tahun, nikah (hahahahhaha, I wish I could find my Edward Cullen in the future ;) amien)
-punya anak umur 24-25, cukup duaaa haha
-punya usaha sendiri, butik mungkin (how come? I’m not so fashionable! Hehe)
-bangun rumah sendiri buat keluarga dan ortu
……………………….. dan lainnya, masih belum terpikirkan xp
rencana cadangan (mungkin ini agak-agak ngayal yaa… but, who knows what can happen???) :
-masuk SMK (jdnya bisa langsung buka usaha abis lulus, tapi kayaknya tidak memungkinkan :/)
-jadi murid di…
-pergi ke italia, ketemu daniela salvioni, yg udah baik bgt sama gue, sampe ngirimin Lucky charm buat gue. Thanks sist, dia ngebuat gue ngerasain asiknya punya kakak cewe yg ngerti kita :D
-masuk Harvard atau salah satu universitas ivy league lainnya! Hahahha, ngayal bgt juga! Tapi, semangat fan!!! Optimis! Nothing impossible in this world! doakan saya sodara-sodara
-ke
-masuk jurusan teknik sipil, agak tertarik juga sih…
-punya suami orang luar!! (bule maksudnya) Wkwkwk fan, fan, XP
-mau punya suami british!!! Ngedenger suaranya aja udah melting bkakkakaka
-punya toko buku sendiri yang setingkat gramedia dan gunung agung, biar gue bisa baca buku bagus tiap hari,
-travelling keliling eropa dan amrik bareng suami tercinta xp maaf kalau kalau agak aneh yg punya blog ini hahaha
-jadi org terkenal, bikin biografi dan tercatat dalam sejarah (eh, yg ini agak-agak impossible sepertinya)
-nerbitin buku yg worldwide best seller dan di terjemahin kebanyak bahasa!!! Hahhaha
-menguasai banyak bahasa. Yg ini tidak terlalu sulit kayaknya hehehe
-dan masih banyak lagi…
itu tadi adalah rencana-rencana gue di masa depan.
umm… ngomong-ngomong soal org british, gue itu orang yg tergila-gila bgt sama aksen org
dan maaf ya teman-teman, kalo yang rencana cadangan gue agak-agak ngayal atau ngayal bgt malah! Hahhaha, well, bermimpi itu indah dan lebih indah lagi kalau jadi kenyataan. Jadi saya hanya bisa berdoa dan berusaha mewujudkan semuanya. Fighte!!
Xoxo
The dreamer, fany,
Xoxo
Kamis, 07 Januari 2010
im back, im back!!


Hi Guys, I’m Back!! Akhirnya, setelah vakum menulis blog untuk sementara waktu (deuuu…) gue bisa nulis blog lagi dong!!! Hehehe… Well, sebenernya liburan kemarin gue ga bener-bener berhenti nulis sih, gue masih nulis cerita, dan sebagainya. Honestly, liburan kemarin gue pingin banget menerjemahkan bukunya Emily Bronte yaitu wuthering heights, buku yang sering banget di baca bella di twilight saga. Tapi, ternyata kemampuan gue belum sampe situ, heuheu sedih, padahal gue pingin banget bisa translate great book itu. kapan-kapan aja ya guys! Dan gue mulai mencoba-coba menulis fanfic, tapi gue ga berani belum berani tepatnya memamerkan fanfic karya gue disini hahaha kenapa? Soalnya fanfic nya tentang Robert Pattinson, Chace Crawford dan gue gitudeh wkwkwkwk they are my favorite actor! bukannya narsis atau apa ya, gue itu ngerasa lebih bisa menghayati menulis cerita kalau tokoh utama nya itu gue. Jadi paling gue mau posting karya gue itu di fanfiction.net atau web-web fanfic yang lain. Just so you know, gue nulis fanfic itu tuh sambil dengerin lagu-lagu mellow supaya feel sama romantis nya dapet hahaha! Jadi, thanks banget buat mr. James Morrison, secondhand serenade, cold play dengan lagunya yang fix you, yang nyanyiin lagu IF YOU ARE NOT THE ONE sori banget gue ga tau siapa yg nyanyiin. Tapi lagunya keren! Mantap!, Whitney Houston, Dan hill, Daniel sahuleka, muse, James blunt, Daniel powter, Christian bautista, lykke ly, saybia, bryan adams my idol! Huhuhu everything I do I do it for you deh! Haha, mymp lumayan juga lagunya, maliq and the Essentials, yui, Robert Pattinson yang lagunya never think,let me sign, my bella, I’ll be your lover too dan permainan pianonya yg judulnya kiss the rain yang membuat gue semakin semangat ngerjain fanfic nya I love you muah muah hahaha, The academy is… whoa about a girl is fantastic!, Lady gaga yang paparazzi agak nyambung juga sama fanficnya soalnya, A fine Frenzy, Imogen heap lirik lagunya pas! “Why’d you have to be so cute? Is impossible to ignore you”, regina spector yang the call, Pink semua lagunya di album fun house deh! Lirik nya patah hati bangettt, dan masih banyak banget they’re a great musician for me!! And then, Instrumen-instrumen yang seudah menemani gue saat mau tidur haha, Kenny g, Dave koz “a genius”, Robert pattinson I do love kiss the rain Rob!, Everlasting Wolfgang Amadeus Mozart, Debussy, Beethoven, Vienna Philharmonic Orchestra, Johann Christoph Pachelbel, lee jung sik, dan masih banyak lagi. Lha kok gue nyebutin nama musisi kayak mau pidato ya, banyak bgt? Hahaha. Tidak apa-apa lah suka-suka gue yang punya blog. Oiya, lagu if you are not the one itu lirik nya oke banget lho… Sekian dulu ya, bye. Xoxo, fany Http://ebeinlove.blogspot.com P.S: Fanficnya udah jadi 20 halaman lebih lho, hahaha.
Brogues shoes!!!
Tahun 2009 berlalu, dan sekarang tahun 2010. dan yang pasti, yang namanya trend, gaya, dari tahun ke tahun itu berubah kan? Di tahun 2010 ini, gue pingin banget sama yang namanya BROGUES SHOES. Heuheu, setelah tahun kemarin gagal mendapat sepatu oxford shoes idaman(kasihannya diriku hahaha), gue sekarang mulai melirik Brogues shoes sebagai hot stuff 2010. Doakan yaa, teman-teman supaya gue mendapat sepatu Brogues idaman hehehe. Well, sebenernya, Brogues Shoes adalah modifikasi dari sepatu tradisional cowok-cowok skotland dan irlandia. Dan kalau di pakai, ga Cuma keliatan sweet dan lucu tapi juga keliatan keren dan kokoh. Mauuu!!!
XOXO, Fany.
P.S:
Bagi yang pingin ngasih gue oxford shoes, gue masih terima kok hahaha oxford shoes teteup ga ada jadulnya deh.
http://ebeinlove.blogspot.com
Kamis, 24 Desember 2009
happy holiday guys!! love you:))
i just want to tell you something guys, maybe this holiday i cant write blog. because, i wanna enjoy my holiday without writing anything, just one week guys!
happy holiday!! and i love you. keep being a smart reader, okay?
xoxo, fany http://ebeinlove.blogspot.com
Minggu, 20 Desember 2009
i write this for my mom who i love till i die:) happy mother's day...
For my mother who I love till I die :’)
Hari ibu. Hari yang selalu ada setiap tahun, untuk menghormati para ibu yang sudah mengurus anaknya dengan baik, dengan sepenuh hati, dengan cinta yang sebegitu besarnya…
Buat gue sendiri, ibu adalah orang yang berarti banget buat hidup gue, orang yang sayanggg banget sama gue, orang yang udah ngelahirin gue, satu-satunya orang yang terima gue apa adanya, satu-satunya orang yang gue ngerasa nyaman di dekatnya, satu-satunya orang yang mengusir ketakutan gue saat gue takut, orang yang selalu memberikan gue semangat, orang yang selalu men-support gue, orang yang ngajarin gue dari gue kecil, orang yang mau mijitin gue saat gue capek, orang yang percaya gue…
I love my mother soooo much! Ga ada kata lain yang bisa melukiskan betapa gue sayang banget sama mamah gue….
Beliau adalah orang yang selalu maafin gue saat gue ngebantah dia atau bikin dia kesel. ---But mom, just so you know, I regret I’ve made you feel bad or put you down :’(
Saat gue kecil, gue inget, gue selalu di nyanyiin lagu sebelum gue tidur. Tapi bukan lagu lullaby atau semacamnya, melainkan lagu-lagu kebangsaan hahaha
-And just so you know mom, fani kangen when you sang me that song…
kalo papah gue ga pulang, gue selalu tidur di kamar beliau dan dia akan membelai rambut gue sampe gue tidur…
-I’ll always remember that mom
kita selalu berdebat, kita punya fikiran yang beda tapi mamah selalu ngalah dan menerima pendapat gue…
kita sama-sama ga bisa mengekspresikan perasaan kita masing-masing, sampe-sampe waktu mamah ulang tahun, gue Cuma ngucapin lewat sms.
-Mom, one day I’ll make you proud of me and I can give you anything you want. I promise.
Pas gue study tour ke jogja, mamah selalu sms gue dan telfon buat mastiin keadaan gue.
-just so you know mom, saat itu fani nangis dan kangen banget sama mamah dan rumah:’(
saat gue mengeluh, mamah selalu dengerin keluhan gue.
-seharusnya bukan fani yang mengeluh, tapi mamah yang berhak mengeluh karena udah mengusahakan segalanya buat fani:’(
mamah selalu nurutin semuaaaaa yang fani mau kalo mamah bisa ngelakuin itu . apapun caranya, mamah bakalan usahain kalo mamah bisa. Dan asal kalian tau aja…mamah ga pernah mendidik gue jadi anak yang manja dan lemah.
-fani ga tau harus bilang berapa banyak terima kasih sama mamah.
Mamah selalu ngebela gue dan menerima gue apa adanya…
Mamah ga pernah maksain kehendaknya, dia menyuruh gue untuk memilih apa yang baik buat gue, dan dia ga pernah marah kalo nilai gue jelek beliau selalu bilang “makanya, belajar yang rajin” tapi gue tau beliau kecewa, dan itu jadi motivasi gue untuk selalu belajar.
-You are the best mom in the world!
Mamah pernah marah, tapi marahnya ga sampai satu jam dan beliau akan kembali seperti biasa lagi.
Mamah selalu bangun pagi banget dan bikinin sarapan buat gue.
Mamah ga pernah nangis di depan gue saat beliau ada masalah, dan gue tau kalau beliau lagi ada masalah. But I can’t do anything.
Mamah selalu ngajarin gue harus peka terhadap apapun, dan jangan pernah menganggap orang lain remeh karena itu berarti kita ga ngehargain diri kita sendiri. “jangan pernah menganggap orang lebih baik dari kamu, kalau kamu tidak tahu apa-apa”
Mamah selalu ngajarin gue untuk jadi orang yang ga pendendam, dan ga benci sama orang yang udah ngeremihin gue atau orang yang udah ngebuat gue kesel. “ga ada artinya kak punya sifat pendendam, Cuma merugikan diri sendiri.”
Mamah tau saat gue lagi naksir sama seorang cowok dan saat gue lagi sedih karena cowok yang gue suka. beliau pernah bilang,
"If you love a guy who doesn’t know you exist, leave him. And.... love makes you crazy sometimes. It’s okay if you don't believe in love. But, love believes you. And you don't need to scare about it."
Dan gue selalu pegang kata-kata mamah gue itu.
Kita lebih mirip kakak-adik dibanding ibu-anak, karena kita selalu berdebat satu sama lain.
Gue dan beliau beda banget, beliau suka banget belanja sementara gue suka baca buku, dan mamah selalu berhasil ngebujuk gue buat nemenin dia belanja.
-padahal gue ga suka belanja, gue benci nunggu!
Beliau setuju apapun cita-cita gue, dia ga pernah mendorong gue buat jadi dokter lah, guru lah, professor lah, atau gue mau sekolah dimana. Tapi gue memang ga pernah bisa mengambil keputusan sendiri, gue pasti akan selalu minta pendapat beliau dan apapun pendapat beliau gue pasti bakal setuju. Karena beliau tau di mana kemampuan gue.
Kalo gue pergi sama temen-temen gue dan gue ga ngabarin mamah bakalan marah. Tapi gue tau itu karena mamah khawatir sama gue.
Dan hal yang paling berkesan pas gue remaja adalah, waktu kita nonton twilight berdua di bioskop dan tanggal 25 desember 2008 kita sama-sama kagum sama Robert Pattinson! Hahaha you’re rocks mom!… walaupun mamah malu-malu ngakuin kalo Robert Pattinson itu ganteng.:p Dan waktu mamah bela-belain nganterin gue buat beli buku twilight saga: breaking dawn, heuheu, mamah mau nganterin gue jauh-jauh Cuma buat beli buku itu.
Mom, happy mother’s day! I can’t give anything for you I just can say that I love you so much! I want you always in my life, always support me, we can have fun together, and I hope you always healthy and god bless you mom! I love you :)
Suka banget sama twilight saga
Well, I’m sooooo love twilight saga! Sekedar pingin flashback dan menuh-menuhin blog gue, hehehhe gue pingin nyeritain kenapa gue addict banget sama twilight saga
Gue suka dan tau twilight dari friendster. waktu itu Gue punya temen fs namanya gue inget banget the Cullen potter, dia itu kalo ga salah dari inggris atau singapur. Dia yang cerita sama gue tentang buku twilight saga dan filmnya yang sebentar lagi pingin di rilis. Pokoknya dia selalu cerita tentang twilight, tentang kisah cintanya Edward dan Bella, dan tentang Robert Pattinson. Dari situ gue mulai tertarik, gue mulai cari tau tentang bukunya, tentang filmnya, tentang pemain-pemainnya, tentang berita-beritanya deh pokoknya.
Dan akhirnya, film twiight itu kan di rilis, temen gue itu selalu bilang “oh this movie so great! Must have watch sist!” dari situ gue penasaran, pingin banget nonton filmnya, tapiiii, waktu itu di WTC bsd belum ada, 21 bplaz tutup, terpaksa deh keinginan nonton di tunda dulu. Sampe waktu itu gue sama nyokap gue kan pergi ke rumah yang di karawaci soalnya gue waktu itu gue lagi libur juga. Nahhhh, pas gue lewatin mall lippo karawaci gue liat ada poster film twilight. Gue langsung bilang sama nyokap gue “mah! Itu, film twilight itu, yang katanya bagus itu, mah besok nonton yaaaa?” trus nyokap gue menjawab seperti biasa “iya, bilang papah dulu…”
Besoknya kan kebetulan banget gue mau jalan-jalan ke mall karawaci sama keluarga gue, trus gue langsung bilang sama bokap gini,
>gue: pah, ntar fani nonton twilight ya?
Bokap: yaudah, emang filmnya tentang apa kak? Ntar kita nonton aja sekeluarga
>gue: tentang vampir pah! Bagus katanya
Bokap: ihhh, ga jadi deh kakak aja yang nonton. Vampir. Pasti darah-darahan.
>gue: ga ada darahnya pah, vampirnya vegetarian.
Bokap: ah namanya vampir pasti ada gigit-gigitannya kak, papah nonton yang lain aja ntar.
Akhirnya gue sekeluarga kan pergi ke karawaci, bokap, sama kiki adek gue, ga mau nemenin gue dan Junior, adek gue juga takut nonton vampir. Jadinya gue sama nyokap gue nonton twilight berdua, dan bokap sama adek-adek gue nonton Madagascar escape to Africa. Dan habis film itu, gue bener-bener suka sama twilight dan nyari-nyari bukunya. Bahkan nyokap gue pun suka kok hahhaha.
Banyak sih yang bilang “ngapain sih lo suka sampe segitunya banget?” tapi gue sih cuek aja, mau orang lain bilang apa kek, ga gue pikirin ga ada gunanya juga pikirin kata-kata orang yang kayak gitu. Kalo gue suka trus kenapa? Ga salah juga, kan? Ga ngerugiin orang lain juga. Gue memang sudah sejak lama menerapkan sistem untuk tidak memperdulikan kata-kata orang lain yang membuat gue ragu dan membuat gue ga percaya diri. Jadinya, gue santai-santai aja saat ada orang lain yang ngeremehin gue atau bilang gue apapun.
Kalo gue sih selalu punya pikiran “kalo lo suka sama apapun, ya udah tunjukin aja! Ga usah takut selama ga ngerugiin orang lain. Dan inget, lo punya hak!”
Dan asal lo tau, pas gue abis nonton twilight, gue jadi tau merk-merk mobil, buku-buku sastra, istilah-istilah yang ga gue tau, lebih peka sama perasaan orang lain, tau musik-musik klasik, dan nilai biologi gue naik! Hahaha…
Untungnya gue juga punya banyak temen yang suka twilight, kayak FAIRUZ-pai, one of cullen’s clan-, yang selalu cerita-cerita tentang twilight and rob pattinson, Aisyah Rifani, anak kelas 7 yang ternyata suka twilight juga dan asyik banget anaknya, Daniela Salviori, temen fb gue yang dari Italia yang selalu kasih info update tentang twilight saga dan kota volterra di italia, temen-temen anggota twilight Indonesia yang gue udah jadi membernya selama satu tahunan lebih ini atau disebut juga Twilight Nusantara di twilightindo.ning.com yang selalu ngasih info terbaru dan update yang membuat gue tidak perlu susah mencari berita tentang twilight saga kemana-mana, dan yang eksis banget sampe ada di tv segala hehehe.
Dan setelah new moon, makin banyak banget temen gue yang suka twilight saga. Huhuhu
Oiya gue juga dan pai juga tergabung di twindo
Gue:twilightindo.ning.com/mademoiselle fany cullen
Pai: twilightindo.ning.com/one of cullen’s clan
Sorry kalo postingan blog gue ga penting,hehehe dan inget, lo boleh suka sama apapun asal itu bisa ngebuat lo seneng and just be your self no matter what they say!!
xoxo, fany http://ebeinlove.blogspot.com
Senin, 14 Desember 2009
i want oxford shoes so much!!!!
Oxford shoes
Aaaa, gue lagi pingin banget sama oxford shoes! Ituloh, sepatu yang lagi ‘hype’ di luar. Pertamanya sih gue liat di majalah, kok lucu banget sepatunya… trus pas di angkot gue liat orang yang pake shoes itu…. yampunnn ke pingin banget, lucu, keren, tapi tetep manis. Gue sih mau beli, tapi harganya itu loh yang tidak bersahabat hahaha, kalo minta sama bokap-nyokap ga enak, gue kan anak baik hahaha.
Ada yang mau beliin gue? Harganya berkisar 225.900 sampe 500.000 ato lebih. Oiya, kalo mau beliin jangan lewat dari tahun 2009 ya, soalnya pasti udah ga jaman lagi, hahaha.
xoxo,
pajama's party-nya cewek-cewek dudull hahaha...
Pajama’s party.
Tanggal 12 desember atau tepatnya hari sabtu kemarin, gue, fairuz, dan upi nginep di rumah sarah. Ceritanya sih mau pajama’s party and girls nite gitu deh, hahaha. Sebenernya yang mau nginep tadinya banyak, ada nisa, lisha, ines, dll. Tapi karena ada kendala jadinya Cuma kita berempat aja. Tadinya kita punya planning mau nonton film horror luar, tapi salah satu dari kita ga ada yang bawa.
Sebenernya nyokap agak ga ngebolehin, tapi akhirnya boleh juga setelah melalui interogasi
>gue: mah
>gue: boleh nginep ga?
>gue: mah? Boleh ga?
>gue: ke rumah sarah, di amarapura orang tuanya ke
>gue: ya mah yah? Sama anak-anak yang lain jugaaa..
+hening yang cukup lama+
>gue: hah?
Kenapa gue jawab ‘hah’? Karena nyokap gue suruh gue bilang bokap yang artinya minta izinnya lebih susah. Akhirnya karena gue memohon-mohon sama nyokap, beliau mau juga mintain izin ke bokap gue. Hihihi. Thank mom, I love you!
Oiya, ada cerita lucu antara sarah dan operator 3. pertamanya sih gue
>sarah: eh mas, selamat malam
gue,pai,upi: laugh out loud. Lo kayak nelfon sama temen lo sar –ketawa ngakak-
>sarah: eh diem, gue lagi telfon,,,, eh gini mas, gimana caranya transfer pulsa ya?
>sarah: oh trf spasi
ketawa ngakak lagi
>sarah: eh diem, oh iya mas gimanagimana? Ulangin deh mas
>sarah: apa mas ?
-fairuz: eh sar eja katanya aja kayak titi riri caca, biar jelas
>sarah: oh titi ri ri se…
>mas-mas: bukan mbak, t r f,
gue fairuz upi: hahahahahahhaha
>sarah: ah elu, iya mas bentar mas, ulangin –sarah pergi ke kamarnya sementara kita ketawa ngakak ga jelas—
mungkin mas-mas operatornya bilang gini “anak-anak gila kali ya?” hahahaha.
Trus, kita punya rencana buat makan malem pake spaghetti dan rencananya mau ke indomaret buat beli cemilan.
Setelah makan malem itu
Di indomaret kita beli macem-macem, es krim, coca cola, fanta, cemilan ciki taro, chitato, roti, de el el. Dan si fairuz en upi, makan cikinya pake eskrim (yang ini enak lho, wajib di coba), trus fairuz campurin eskrim, fanta, cocacola, dan taro buat di makan kayak sereal gitu. Trus semuanya nyobain satu-satu hahahha. Dasar cewek-cewek dodol!:)
Abis itu kita foto-foto dan langsung ke kamar. Tapi ga langsung tidur lah, mau cerita-cerita ga jelas dan nakutin sarah hahaha.
Akhirnya kita tidur jam setengah dua pagi, dan tiba-tiba ada suara hape …..
“AKU BUUUUUUKANNN WONDER WOMAN MUUUUUUUU YANG BISAAAAAAAAAAA TERUSSSSSSSSSSS MENAHANNNNNN RASAAAAAA ….”
Ternyata itu bunyi alarm hape sarah, akhirnya gue bangun dan matiin hapenya. –ganggu aja-
Trus ga sampe situ aja pengganggu tidurnya, sarah nyenggol gelas dan pecah, huuuu….
Paginya kita keliling amarapura buat nyari sarapan. Dan pai di jemput ortunya, akhirnya kita semua pulang deh.
Thanks gals! My best night, of course! Semoga bisa gila-gilaan kayak gitu lagi yaaa:)dan yang lain bisa ikut jugaa.. heuheu..seru banget pasti!



